Minggu, 05 November 2017

PENERIMAAN SISWA BARU TA. 2018/2019



Mulai 1 November 2017
Kuota
SD ==== > 30 Siswa
TK ==== > 15 Siswa
PG ==== > 5 Siswa




In Situ Development : Inisiasi 212Mart Griya Bukit Jaya

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu sekolah berkesempatan mengais pahala sebagai tempat inisiasi pendirian 212Mart Griya Bukit Jaya. Hal tersebut dilakukan tidak lain hanya sekedar berpartisipasi aktif dalam kebaikan agar 'mimpi' 212Mart GBJ bisa segera terwujud dan tidak sekedar angan-angan saja. Apatah lagi saat itu antusiasme sangat besar namun baru berupa ungkapan-ungkapan di WA grup.

Syukur kepada ALLAH, kegiatan tersebut berjalan sangat lancar dan menghasilkan beberapa rumusan kerja yang salah satunya adalah terbentuknya tim awal pendirian 212Mart GBJ.

Semoga semuanya menjadi catatan amal baik di sisi ALLAH SWT. Aaamin

Bukan Belajar Biasa !

Belajar adalah sebuah keniscayaan bagi manusia. Atas anugerah akal pikiran yang disematkan ALLAH SWT, manusia menjadikan belajar sebagai sarana menjaga status sebagai makhluk paling mulia. Bukan sekedar karena manusia adalah keturunan Nabi Adam Alayhis salaam, adalah justru pada pembelajaran yang Nabi Adam lakukan sebagai stressing point kedudukan manusia di antara makhluk ALLAH lainnya.

Belajar paling komprehensif tentunya mengacu kepada konsep-konsep Ilaahiyah. Pedoman dasarnya tentu Ayat-ayat ALLAH baik yang tersurat maupun yang berwujud alam semesta dengan bimbingan suri tauladan Kanjeng Rasulullah SAW sebagai guru teladan sepanjang zaman.

Di sisi lain, manusia juga merupakan khalifah fil ardh yang bermakna sebagai pengelola utama alam semesta ini. Untuk menjadi khalifah fil ardh yang mumpuni, dibutuhkan upaya dan azzam yang kuat mengingat amanat tersebut amatlah berat. Tapi bukankan tadi manusia sudah dibekali akal pikiran ?

Dengan demikikan akal pikiran kemudian difokuskan pada upaya dalam rangka manusia menjadi khalifah fil ardh. Dengan demikian pembelajaran juga harus selaras yakni dalam rangka menjadi pengelola alam semesta yang mumpuni.

Ketika banyak kalimat di penghujung surat dalam Al Qur'an yang memerintahkan manusia untuk berfikir, tadabbur, banyak mengetahui, menggunakan akal, dan sebagainya, sejatinya semuanya di arah dalam proses menjadi khalifah fil ardh tersebut. Maka dari itu pada akhirnya pembelajaran tidak bisa hanya sekedar menghafal teori-teori tanpa banyak mentadabburi secara langsung alam semesta, atau sekedar memperbanyak hafalan rumus-rumus tanpa pernah mempraktekkannya dalam kehidupan nyata.

Kontekstualitas pembelajaran dengan kehidupan nyata dan berhubungan erat dengan alam semesta pada dasarnya adalah model pembelajaran yang efektif. Lihatlah Baginda Rasul yang praktek langsung belajar bahasa pada keluarga Bani Sa'diyah di pinggiran Mekkah yang pada zaman now dikenal dengan metode homestay atau live in. Demikian juga saat beliau 'magang' bisnis menggembalakan kambing kepada sang paman, Abu Thalib, bahkan sampai backpackeran ke Syam sebagai sebuah pengalaman nyata yang pada akhirnya membuat beliau sangat mahir berniaga sehingga kelak menjadi amat dipercaya oleh Siti Khadijah ra.

Ya ... belajar kepada alam semesta sebenarnya akan membuat manusia mendapatkan ilmu yang komprehensif. Ada tauhid, akhlak, sains, ekonomi, dan komunikasi yang didapat secara langsung dan integratif. Sayang, semua kebaikan itu justru banyak dilakukan oleh umat lain sementara umat Islam, khususnya di Indonesia hanya berkutat pada urusan seputar lulus UN.  Maka nikmat manalagi yang kau dustakan ?

Mas Boed
Tukang Kebon Sekolah

Featured post

Ahlan wa Sahlan wa Marhaban

Alhamdulillahi rabbil 'aalamin. Setelah libur yang sangat panjang, yakni liburan akhir tahun ajaran dan Lebaran 1439 H, kita semua kemba...