Senin, 09 Juli 2018

Ahlan wa Sahlan wa Marhaban

Alhamdulillahi rabbil 'aalamin. Setelah libur yang sangat panjang, yakni liburan akhir tahun ajaran dan Lebaran 1439 H, kita semua kembali bias bergabung kembali di sekolah kita tercinta.

Ahlan wa Sahlan wa Marhaban kami ucapkan. Selamat datang bagi kawan-kawan baru! Selamat bergabung kembali kepada kawan-kawan lama.

Berikut adalah pembagian kelas siswa Sekolah Alam Komunitas Fitrah Lebah Sesuai kelas :

A. PG dan TK









Minggu, 05 November 2017

PENERIMAAN SISWA BARU TA. 2018/2019



Mulai 1 November 2017
Kuota
SD ==== > 30 Siswa
TK ==== > 15 Siswa
PG ==== > 5 Siswa




In Situ Development : Inisiasi 212Mart Griya Bukit Jaya

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu sekolah berkesempatan mengais pahala sebagai tempat inisiasi pendirian 212Mart Griya Bukit Jaya. Hal tersebut dilakukan tidak lain hanya sekedar berpartisipasi aktif dalam kebaikan agar 'mimpi' 212Mart GBJ bisa segera terwujud dan tidak sekedar angan-angan saja. Apatah lagi saat itu antusiasme sangat besar namun baru berupa ungkapan-ungkapan di WA grup.

Syukur kepada ALLAH, kegiatan tersebut berjalan sangat lancar dan menghasilkan beberapa rumusan kerja yang salah satunya adalah terbentuknya tim awal pendirian 212Mart GBJ.

Semoga semuanya menjadi catatan amal baik di sisi ALLAH SWT. Aaamin

Bukan Belajar Biasa !

Belajar adalah sebuah keniscayaan bagi manusia. Atas anugerah akal pikiran yang disematkan ALLAH SWT, manusia menjadikan belajar sebagai sarana menjaga status sebagai makhluk paling mulia. Bukan sekedar karena manusia adalah keturunan Nabi Adam Alayhis salaam, adalah justru pada pembelajaran yang Nabi Adam lakukan sebagai stressing point kedudukan manusia di antara makhluk ALLAH lainnya.

Belajar paling komprehensif tentunya mengacu kepada konsep-konsep Ilaahiyah. Pedoman dasarnya tentu Ayat-ayat ALLAH baik yang tersurat maupun yang berwujud alam semesta dengan bimbingan suri tauladan Kanjeng Rasulullah SAW sebagai guru teladan sepanjang zaman.

Di sisi lain, manusia juga merupakan khalifah fil ardh yang bermakna sebagai pengelola utama alam semesta ini. Untuk menjadi khalifah fil ardh yang mumpuni, dibutuhkan upaya dan azzam yang kuat mengingat amanat tersebut amatlah berat. Tapi bukankan tadi manusia sudah dibekali akal pikiran ?

Dengan demikikan akal pikiran kemudian difokuskan pada upaya dalam rangka manusia menjadi khalifah fil ardh. Dengan demikian pembelajaran juga harus selaras yakni dalam rangka menjadi pengelola alam semesta yang mumpuni.

Ketika banyak kalimat di penghujung surat dalam Al Qur'an yang memerintahkan manusia untuk berfikir, tadabbur, banyak mengetahui, menggunakan akal, dan sebagainya, sejatinya semuanya di arah dalam proses menjadi khalifah fil ardh tersebut. Maka dari itu pada akhirnya pembelajaran tidak bisa hanya sekedar menghafal teori-teori tanpa banyak mentadabburi secara langsung alam semesta, atau sekedar memperbanyak hafalan rumus-rumus tanpa pernah mempraktekkannya dalam kehidupan nyata.

Kontekstualitas pembelajaran dengan kehidupan nyata dan berhubungan erat dengan alam semesta pada dasarnya adalah model pembelajaran yang efektif. Lihatlah Baginda Rasul yang praktek langsung belajar bahasa pada keluarga Bani Sa'diyah di pinggiran Mekkah yang pada zaman now dikenal dengan metode homestay atau live in. Demikian juga saat beliau 'magang' bisnis menggembalakan kambing kepada sang paman, Abu Thalib, bahkan sampai backpackeran ke Syam sebagai sebuah pengalaman nyata yang pada akhirnya membuat beliau sangat mahir berniaga sehingga kelak menjadi amat dipercaya oleh Siti Khadijah ra.

Ya ... belajar kepada alam semesta sebenarnya akan membuat manusia mendapatkan ilmu yang komprehensif. Ada tauhid, akhlak, sains, ekonomi, dan komunikasi yang didapat secara langsung dan integratif. Sayang, semua kebaikan itu justru banyak dilakukan oleh umat lain sementara umat Islam, khususnya di Indonesia hanya berkutat pada urusan seputar lulus UN.  Maka nikmat manalagi yang kau dustakan ?

Mas Boed
Tukang Kebon Sekolah

Kamis, 06 Juli 2017

Mengapa Orang Yang Berpendidikan Sarjana, Master, dan Doktor Tetap Bisa Kaya

Menjadi orang yang berpendidikan adalah wajib bagi semua orang. Terlebih lagi bagi ummat Islam, berpendidikan (baca : mencari ilmu) adalah salah satu amal mulia. Tidak heran jika ALLAH SWT meninggikan derajat orang-orang yang berilmu lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Dalam kehidupan nyata, orang-orang yang memiliki kepandaian terbukti bisa hidup lebih layak sepanjang kepandaian tersebut benar-benar mereka kuasai dan bukan sekedar label semata.

Adalah Imam Syafi'i yang bisa dijadikan contoh dalam berusaha keras mencari ilmu. Berbekal perhiasan ibundanya, beliau rela menempuh perjalanan jauh dari Palestina ke Iraq dan kemudian Tanah Haram untuk mencari ilmu. Dalam satu kisah bahkan beliau tidak berani pulang karena ibundannya melarang pulang sebelum Imam Asy Syafi'i benar-benar mumpuni ilmunya.

Dalam kehidupan modern, orang berpendidikan yang bisa dianggap cendekiawan adalah berdasarkan seberapa tinggi jenjang yang yang sudah ditempuh. Meski jenjang-jenjang tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kecendekiaan seseorang, lazim dalam masyarakat kita menganggap semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin alim pula dia. Komplit lagi jika ditambah dengan keilmuannya dalam bidang agama atau kerja profesionalnya di bidang seni, olah raga, dan bahkan politik.

Sebagai penikmat olah raga sepak bola, saya mengambil contoh beberapa pemain dunia yang ternama dan bermain di klub profesional, namun juga berpendidikan tinggi hingga jenjang master bahkan dengan predikat cum laude. Sebutlah misalnya Giorgio Chielini, bek Juventus FC dan Timnas Italia yang baru saja menggondol gelar master di bidang ekonomi dari Universitas Torino. Atau pemain tenggah klub favorit saya yakni Juan Mata dari Manchester United. Mata ternyata bergelar S2 dalam bidang sport science. Yang mungkin bisa manjadi inspirasi adalah Vincent Kompany, bek Manchester City dan Timnas Belgia. Kompany punya gelar sarjana  yang merupakan pelaksanaan amanat orang tuanya yang merupakan imigran dari Kongo. "Pendidikan teramat penting meski kamu sesukses apapun..." demikian pesan orang tua Kompany.  Masih banya pesepakbola yang pendidikannya lumayan tinggi, seperti Simon Mignolet (Liverpool/Belgia), Yuto Nagatomo (Inter Milan/Jepang), Andry Arshavin (Zenith St. Petersburg/Rusia), dan lain sebagainya.

Dengan demikian bisa ditarik benang merah bahwa pendidikan seseorang setinggi apapun tidak menghalangi kehidupan seseorang untuk makmur. Tidak bijak jika pendidikan formal apalagi pendidikan tinggi dianggap sebagai 'penghalang' datangnya kemakmuran dalam kehidupan seseorang. Tentu pendidikan dalam arti sesungguhnya sebagainya yang sering dijelaskan oleh Imam Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa dengan pendidikan (berilmu) maka kehidupan kita akan lebih terjaga karena pada dasarnya ilmu itulah yang membantu kita agar tetap hidup.

Barangkali ada yang ingat dengan Khairul Anwar, anak desa dari Kediri penemu jaringan 4G yang sekarang kita nikmati ? Ya, dia sekolah sangat tinggi....sampai-sampai tidak ada sekolah lagi yang bisa ditempuhnya. Demikian dia juga mengamalkan pesan ibundanya saat ayahnya wafat. Anwar sekolah sampai Jepang dan kemudan melanglang buana sampai Australia dan Ameria sebelum mendapatkan paten atas  4G adalah karena pendidikan tinggi yang disandangnya. Dia contoh cendekiawan sejati.

Jadi sekali lagi jangan khawatir. Orang berpendidikan tinggi juga bisa hidup makmur kok. Asalkan ilmunya benar-benar ilmu yang mumpuni dan bukan asal-asalan apalagi hanya tempelan saja. Mendikotomikan pendidikan tinggi dengan yang tidak untuk mengukur kemakmuran seseorang bukanlah hal yang bijak. Mencari ilmu dan mencari kemakmuran (kekayaan) memiliki esensi masing-masing yang sama-sama baik. Jika sama-sama baik maka pastinya tidak akan ada benturan jika keduanya dilaksanakan dengan optimal.

Mas Budi
Guru di Kampung

Sabtu, 01 Juli 2017

Perubahan Itu Bernama Belajar Bersama Alam (BBA)


Perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan. Setiap sesuatu pasti berubah dan perubahan yang hakiki adalah menuju kebaikan dalam rangka menjalankan titah agama sebagai khalifah fil ardh. Yang perlu menjadi catatan adalah dalam setiap perubahan memerlukan effort yang maksimal. Jer besuki mawa bea...demikian ujar-ujar orang tua dulu ketika seseorang mengalami proses perubahan.

Demikian halnya dengan kami. Untuk tahun ajaran 2017/2018, kami telah mencanangkan perubahan yang signifikan. Terutama yang berkenaan dengan mindset pendidikan yang meliputi kurikulum dan metode pembelajaran. Sadar bahwa untuk berperan sebagai khalifah itu membutuhkan knowledge dan skill yang mumpuni, kami telah mematok target perubahan itu jauh-jauh hari.

Adalah kurikulum yang kami redefinisi dari sekedar patokan-patokan akademik yang rigid menjadi landasan-landasan pendidikan yang luwes, luas, dan komprehensif. Juga dengan metode pembelajaran yang kami geser menjadi the real scientific method melalui Belajar Bersama Alam (BBA) yang lazim digunakan oleh kawan-kawan penggerak sekolah alam di seantero negeri.

BBA secara sederhana dapat dimaknai sebagai upaya kami mengajak ananda untuk memikirkan secara komprehensif ciptaan ALLAH di muka bumi melalui berbagai aktivitas pengamatan, mengeksplorasi, dan bereksperimen. Tentu cipataan ALLAH yang dimaksud adalah yang terdekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini dilakukan untuk mengasah secara komplit talenta mereka, baik yang bersifat kognisi, sikap, dan spiritualitas.

Untuk harapan yang besar itu kami telah berupaya melakukan persiapan sedari Mei 2017 di sela-sela kesibukan bermain dan belajar bersama ananda. Segala usaha sudah dilakukan dari mulai Pelatihan Problem and Project Based Learning bersama Bu Wiwit Safitri dari MIKAZA Jakarta dan Pelatihan BBA bersama Pak Syafir dan Pak Gigih dari Bumi Manusia Consulting (BMC).

Semoga ALLAH meridhai atas ikhtiar yang kami lakukan. Allahu musta'an...










Rabu, 28 Juni 2017

Jadwal Kegiatan Harian Siswa TA. 2017/2018


Ayah dan Bunda, berikut ini adalah beberapa informasi terkait Tahun Ajaran Baru 2017/2018. Silahkan dilihat dan diunduh bila perlu. Jazakumullah ahsanul jaza


Jadwal Harian Siswa Terbaru

Featured post

Ahlan wa Sahlan wa Marhaban

Alhamdulillahi rabbil 'aalamin. Setelah libur yang sangat panjang, yakni liburan akhir tahun ajaran dan Lebaran 1439 H, kita semua kemba...